Luk 17:1-6
Yesus
berkata kepada murid-murid-Nya, "Tak mungkin tidak akan ada
penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik
baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu
dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang yang
lemah ini. Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia.
Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jika ia berbuat dosa
terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan
berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu para rasul
berkata kepada Tuhan, "Tambahkanlah iman kami!" Tetapi Tuhan menjawab,
"Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata
kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam
laut, maka pohon itu akan menurut perintahmu."
Tahun lalu para tokoh lintas agama dan beberapa LSM mengeluarkan pernyataan yang membuat telinga dan wajah pemerintah merah dan malu. Mereka mengatakan bahwa pemerintahan SBY melakukan kebohongan publik. Pemerintah menyampaikan informasi yang kiranya dapat menyesatkan masyarakat. Beberapa janji yang dikemukakan saat kampanye, pada awal dan sepanjang pemerintahan SBY tidak dapat diwujudkan. Tokoh lintas agama dan LSM tersebut melakukan perlawanan dengan menyajikan data dan informasi yang sebenarnya.
Nasihat
Yesus dalam Injil hari ini rasanya sangat keras. "Celakalah orang
yang mengatakannya," yaitu orang yang menyesatkan orang lain. Bagi
mereka yang menyesatkan orang lain, entah melalui sikap, perilaku,
informasi yang tidak benar, akan diikatkan batu kilangan pada lehernya
dan dibuang ke dalam laut. Upah bagi mereka itu ialah kematian yang
tragis. Demikian juga apabila ada seseorang yang melakukan kesalahan,
para murid diajak untuk menegornya tetapi tidak hanya menegor saja.
Tegoran mesti dibarengi dengan sikap mengampuni. Tegoran tanpa
pengampunan justru meninggalkan luka di hati dan itu membuat relasi
makin runyam.
Yesus
mengajak para murid-Nya agar senantiasa berlaku jujur, menyampaikan
kebenaran. Yesus tidak mau bahwa murid-murid-Nya suka neko-neko,
berkelit, berkampanye yang muluk-muluk dan ternyata menyesatkan bagi
para pendengar. Seorang murid sejati, seperti Yesus Sang Guru,
sejatinya membawa keselamatan kepada orang lain (MM).
Pelita Hati: Seorang murid sejati membawa keselamatan kepada orang lain.
Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar